Apa Itu Batu Bacan, Jenis dan Harganya

Posted on

Batu Bacan, Wakik.Com – Sebagian besar kolektor bebatuan di Indonesia, terutama bebatuan yang banyak digunakan sebagai “mahkota” pada cincin, tentu sudah tidak asing lagi dengan batu bacan.




Ya, batu ini merupakan batuan indah yang paling sering digunakan untuk menghiasi akik.

Dari satu batuan ini saja, kita bisa mengenal berbagai macam jenis bacan dan juga kisaran harganya.

Asal Usul Batu Bacan

Di kalangan para kolektor batu akik, nama batu bacan sangatlah terkenal.

Seiring kepopuleran batu ini di kalangan para kolektor akik, semakin mahal harga jual batu ini.

Tetapi walaupun banyak yang menggemari batuan indah ini, banyak kolektor yang tidak mengetahui bagaimana asal usul serta sejarah dari batu tersebut.

Berikut sekilas informasi tentang asal usul dan sejarah batuan indah ini.

Dari kesekian banyaknya kekayaan alam di Indonesia, batu bacan ini merupakan jenis bebatuan permata yang sangat indah dan terkenal hampir di seluruh dunia.

Batu ini merupakan salah satu hasil kekayaan alam dari Maluku Utara yang sebenarnya sudah banyak dikenal sejak tahun 1960.

Si bacan ini banyak ditambang di Pulau Kasiruta dan bukan di Pulau Bacan.

1. Asal Nama

Sedangkan nama bacan ini sendiri berasal dari nama tempat dimana jenis batuan ini banyak diperdagangkan.

Batuan ini banyak dihasilkan di Pulau Kasiruta yang berlokasi tidak begitu jauh dengan Pulau Bacan, Halmahera Selatan.




Pulau Bacan inilah yang merupakan pusat pemerintahan di kawasan kabupaten Halmahera Selatan.

Karena pusat pemerintahan dan perdagangan di Halmahera Selatan berpusat di Labuha, Pulau Bacan, Selain itu, Pulau Bacan lebih banyak dikenal jika dibandingkan dengan pulau Kasitura.

Maka, nama Bacan inilah yang digunakan sebagai nama batuan giok asli Pulau Kasitura ini.

2. Pertama Kali Tenar

Di Indonesia sendiri, batu bacan ini mulai dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sejak tahun 2005.

Padahal di tahun 1960, presiden Indonesia saat itu, Ir. Soekarno pernah mendapatkan hadiah berupa batu bacan saat beliau sedang berkunjung ke pulau Bacan.

Batu ini juga banyak dipakai untuk perhiasan yang berharga di zaman kesultanan Bacan, Jailolo, Tidore, dan Ternate.

Selain itu, menurut cerita, bacan yang masih mentah digosok pertama kali oleh seorang warga desa Amasing, Pulau Bacan yang bernama Muhammad.

Pada awal kemunculannya, batuan ini tidak memiliki nilai jual yang tinggi karena pada saat itu jenis batuan ini tidak dikenal oleh kalangan masyarakat di dalam negeri ataupun di luar negeri.

Muhammad menjadi penambang batu sebagai mata pencaharian tambahan dan biasanya menukar hasil tambangnya dengan kebutuhan sehari-hari atau sembako.

Batu bacan ini kemudian mulai terkenal saat bongkahan bacan seberat 10 kg dengan kualitas super yang menjadi milik Anongko Golf, penduduk desa Palamea, dibeli oleh orang Singapura seharga 7 juta rupiah.

Pada zaman dulu, apalagi di tahun 1990-an, uang sebanyak 7 juta rupiah sangatlah fantastis.

Dengan mengingat bahwa batuan ini belum banyak dikenal orang dan belum pernah ada seorangpun yang menghargai batuan asli Pulau Kasitura ini dengan harga yang semahal itu.

Sejak saat itu, batu ini mulai meraih popularitasnya baik di kalangan dalam negeri maupun luar negeri.

Harga jual batuan ini pun langsung meningkat drastis.

3. Warna

Pada saat itu, jenis batu bacan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia adalah warna biru, kembang super, dan warna hati hiu.

Batu ini memiliki nama latin Chrysoprase Chalcedony. Harga jual batu ini berada di kisaran ratusan ribu rupiah sampai dengan ratusan juta rupiah.

Walaupun identik dengan warna hijau, si bacan ini sebenarnya juga memiliki banyak warna lain yang juga tak kalah indah seperti coklat, coklat keunguan, coklat kemerahan, putih susu, putih bening, merah, kuning muda, kuning tua, serta ragam warna lainnya.

Memasuki tahun 2005, penggemar batu bacan sudah mulai semakin banyak. Kebanyakan pembeli berasal dari kalangan Suku Tionghoa.

Kebanyakan dari mereka tidak sungkan-sungkan membeli batu yang berwarna biru dan hijau dengan harga mahal hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Terhitung sejak tahun 2009, banyak kolektor batuan dari Jakarta maupun luar negeri yang terjun langsung ke pusat penambangan batuan ini di Pulau Kasiruta demi membeli bongkahan batu mineral bacan ini.

4. Cara ke Pulau Bacan

Jika ingin berkunjung ke pulau Bacan, perjalanan bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat dari bandara Soekarno Hatta selama 4 jam menuju ke bandara Sultan Baabullah, Ternate.

Dari Ternate, perjalanan menuju ke Pulau Bacan akan ditempuh selama 8 jam dengan menggunakan jalur laut atau kapal.

Setelah sampai ke Pulau Bacan, perjalanan dari pulau Bacan ke pulau Kasitura akan memakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam dengan menggunakan speed boat.

Proses penambangan yang dilakukan di pulai Kasitura ini tidak mudah untuk dilakukan.

Hal ini karena para penambang harus menggali lubang sampai kedalaman lebih dari 10 meter.

Para penambang ini perlu menemukan urat-urat galur batuan bacan yang terdapat di tanah terdalam.

Semakin banyaknya jumlah para penambang liar yang berasal dari luar pulau Bacan menyebabkan penambangan batu ini menjadi tidak terkendali.

Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran akan adanya kerusakan alam.

Di samping itu, penjualan bongkahan bacan juga disinyalir dapat merugikan perekonomian di kabupaten Halmahera Selatan.

Oleh karena itu, untuk menyikapi hal ini, pemerintah kabupaten Halmahera Selatan melakukan pelarangan penjualan bongkahan batu ini keluar dari kabupaten Halmahera Selatan.

Keunikan Batu Bacan

Sumber keindahan dan daya tarik yang dimiliki batu ini berasal dari warnanya yang beraneka ragam mulai dari biru, kristal hijau, sampai dengan hitam senter hijau.

Batuan ini dikenal dengan batu hidup karena kemampuannya dalam memproses dirinya sendiri menjadi lebih indah lagi secara alami.

Bahkan, para kolektor hanya perlu memakainya saja dalam bentuk kepala sabuk, kalung, atau cincin setiap hari.

Dengan dipakai sehari-hari, si bacan yang awalnya memiliki serat batu atau inklusi yang banyak akan secara perlahan-lahan berubah menjadi lebih bening atau bersih dan akan mengkristal setelah bertahun-tahun.

Misalnya, batu yang berwarna hitam dapat berubah menjadi warna hijau secara bertahap.

Tidak berhenti sampai di situ saja prosesnya, selanjutnya batu ini akan melalui tahap pembersihan sehingga warna hijaunya akan berubah menjadi warna hijau bening mirip air.

Agar warna si bacan berubah dengan cepat, para kolektor batuan ini akan menggunakan atau memakai si batu secara terus-menerus sampai batuan ini berubah warnanya sesuai dengan warna yang dikehendaki.

Baca: Cara Cepat Mengkristalkan Batu Bacan

Selain memiliki kemampuan untuk “hidup” dan mengubah warnanya secara alamiah, batu ini juga merupakan jenis batuan yang mampu menyerap senyawa lain yang berasal dari bahan yang menempelinya.

Misalnya, pada sebuah bacan hijau doko yang ditempelkan ke sebuah tali pelekat yang berbahan dasar emas, batuan ini akan mampu menyerap senyawa emas yang berasal dari tali pelekat tersebut dan menyebabkan bagian dalam batu ini akan timbul bintik-bintik emas.

Dengan keunikan yang mampu berubah warna dan menyerap senyawa inilah yang membuat para kolektor batu mulia dari luar negeri seperti Eropa, Arab, dan China terpesona dan kagum pada batuan ini.

Di samping itu, batu ini juga mempunyai level kekerasan batu sebesar 7,5 skala Mohs.

Level ini sama dengan tingkat kekerasan batu jamrud dan lebih besar dari batu giok.

Oleh karena itu, jenis batuan ini banyak diburu oleh para kolektor batu mulia sejak tahun 1994.

Ciri-ciri Batu Bacan Asli

Jika ingin mengoleksi batu mulia, pastinya kita tidak mau tertipu oleh bebatuan bacan palsu bukan?

Oleh karena itu, ada baiknya mengetahui beberapa ciri batu jenis bacan asli yang nantinya bisa diterapkan saat akan memilih dan membeli batuan ini.

1. Tahan Terhadap Panas

Batu ini dikenal memiliki ketahanan warna yang cukup bagus. Cobalah untuk menyulut batu yang akan dibeli dengan rokok atau korek api sebentar saja.

Si bacan yang asli tidak akan mengalami perubahan suhu ataupun warna.

Jika ada perubahan warna dari batuan tersebut, maka bisa dipastikan kalau batu bacan tersebut adalah batu yang palsu.

2. Gunakan Alat Tes Berlian

Untuk mengecek keaslian batu bacan dan membuat kita 100% yakin akan keaslian batu ini, sebaiknya batu ini diperiksa dengan memakai alat testing untuk berlian. Biasanya penjual batu mulia memiliki alat ini.

3. Berat

Salah satu cara untuk menilai keaslian batu ini adalah dengan cara mengukur beratnya.

Jika membandingkan antara yang asli dan palsu, batu yang asli biasanya akan lebih berat dari batu bacan palsu.

Tetapi ukuran berat ini sudah tidak begitu efektif untuk dijadikan pedoman sekarang karena ada banyak bacan palsu yang lebih berat dari batu bacan asli.

4. Terasa Dingin di Kulit Pipi

Periksa juga keaslian batu bacan dengan cara menempelkannya ke pipi. Jika batu tersebut terasa dingin di pipi, maka bacan tersebut adalah batu bacan yang asli.

5. Memiliki Serat

Ciri yang terakhir dari batu bacan asli adalah adanya serat-serat yang terdapat di dalam batu bacan. Sedangkan batu bacan palsu akan terlihat bening tanpa ada guratan-guratan serat di dalamnya.

Banyak sekali orang awam yang bahkan mengira kalau batu bacan asli adalah yang pecah. Padahal sebenarnya batuan ini tidak pecah.

Gurat pecah tersebut hanya serat-serat yang ada di dalamnya, dan menimbulkan kesan pecah. Batu bacan asli pasti memiliki serat di dalamnya.

Kalau batu bacan tidak terlihat pecah atau tidak ada seratnya, maka batu bacan tersebut bisa jadi termasuk bacan palsu.

Jenis Batu Bacan di Indonesia

Ada beberapa jenis batu bacan yang bisa ditemukan di Indonesia. Diantaranya adalah batu bacan Halmahera, obi, palamea, dan doko.

Tiap-tiap batuan mulia ini memiliki karakteristik dan keindahan yang berbeda-beda.

  • Batu Bacan Halmahera

Jenis batuan bacan yang satu ini memang jarang dibicarakan oleh para kolektor batu mulia, diantaranya adalah Bacan merah hati Gorango

Meski bebatuan dari Halmahera termasuk istimewa, masih sedikit sekali informasi yang bisa diperoleh.

Dan ternyata bukan hanya jenis bacan saja yang terkenal ada juga Batu Supu Loloda dan Batu Giok Halmahera Timur.

Gambar Foto Batu Bacan Halmahera - Batu Giok Halmahera
Giok Halmahera

 

Gambar Foto Batu Bacan Halmahera - Batu Halmahera Timur Ungu
Batu Halmahera Ungu

 

Gambar Foto Batu Bacan Halmahera - Batu Loloda Corak Lipan Kaki Seribu
Batu Loloda Corak Lipan

 

Gambar Foto Batu Bacan Halmahera Supu Loloda Halmahera Utara
Bacan Halmahera Supu Loloda

 

Gambar Foto Batu Bacan Merah Hati Gorango
Bacan Merah Hati Gorango
  • Batu Bacan Obi

Batu bacan obi merupakan salah satu jenis batu bacan dengan harga termahal di dunia. Batuan ini sendiri berasal dari Pulau Obi Halmahera, kepulauan Maluku Utara.

Walaupun batu ini jauh dibawah ketenaran batu doko, batu ini sudah mulai banyak dicari dan diburu oleh para kolektor batuan dari seluruh dunia.

Batu obi ini dikenal sebagai batu akik hidup. Warna batuan ini juga beraneka ragam mulai dari biru, kuning, merah, dan banyak warna lainnya.

Ciri khas atau keistimewaan batu obi ini adalah tampak tembus pandang dan bening. Batu obi ini tidak harus menjalani proses terlebih dahulu sebelum mengkristal.

Batuan ini disebut batu hidup karena tidak akan bisa berubah lagi.

Selain itu, bacan obi juga memiliki tingkat kekerasan lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis bacan lainnya yang membuat batu obi ini lebih tahan banting.

Jika dilihat dari harganya, batu obi jauh lebih terjangkau dari harga batu palamea. Biasanya harga jualnya setengah dari harga jual batu bacan palamea.

Selengkapnya bisa dibaca: Fakta Menarik Batu Obi

  • Batu Bacan Palamea

Batu palamea ini memiliki warna yang berbeda dari batu bacan doko.

Jika batu bacan doko lebih cenderung berwarna lebih tua, batu palamela ini lebih berwarna muda baik biru, hijau, atau banyak warna lainnya.

Kenapa begitu? Karena batu palamea ini masih memiliki kandungan kapur di dalamnya, Hal ini terjadi karena bacan palamea ini masih tergolong sebagai batuan muda.

Warna yang dimiliki oleh batu bacan palamea hanya satu saja, yakni hijau kebiruan. Batu ini banyak terdapat di desa Palamea di mana desa ini berjarak cukup jauh dari Desa Doko, Maluku Utara.

Walaupun bacan jenis palamea ini memiliki kandungan kapur, batuan ini memiliki kemampuan untuk berproses menjadi Kristal setelah bertahun-tahun.

Tetapi, waktu yang diperlukan oleh batuan ini untuk mengkristal memang lebih lama jika dibandingkan dengan batu bacan doko.

Harga batu bacan palamea ini juga lebih murah dari harga batu bacan doko. Biasanya, harga batuan ini adalah setengah dari harga batu bacan doko.

Selengkapnya bisa dibaca disini: Fakta-Fakta Batu Bacan Palamea Super dan Juga Bacan Palamea

  • Batu Bacan Doko

Bacan ini diberi nama Doko karena banyak ditemukan di desa Doko, Halmahera Selatan.

Batu ini dikenal dengan nama batu cincau karena warnanya menyerupai warna cincau yaitu hijau tua kehitam-hitaman.

Dari sekian banyak warna yang dimiliki oleh batu bacan doko, warna hijau cincau inilah yang banyak digemari oleh para kolektor batuan mulia karena harganya yang sangat fantastis.

Bisa dibilang kalau bacan doko ini adalah rajanya batu akik.

Batu ini mempunyai kemampuan untuk mengkristal setelah bertahun-tahun dipakai oleh pemiliknya, dan ketika dijual, harganya akan sangat melambung tinggi.

Para kolektor batuan biasanya akan membeli bacan doko yang masih berwarna hitam pekat karena harganya masih sangat terjangkau.

Bisa ditebak, pemiliknya harus banyak bersabar selama bertahun-tahun sampai batu ini mengkristal.

Selain itu, jumlah stok batuan ini sudah sangat menipis sementara permintaan semakin tinggi.

Untuk satu cincin dengan batu doko berkualitas baik, harga yang dibandrol adalah sekitar belasan juta rupiah.

Lihat Galeri Gambar

Gambar Foto Batu Bacan Palamea Akik

Gambar Foto Bongkahan Batu Bacan Palamea Asli

Gambar Foto Cincin Akik Batu Bacan Palamea

Diatas adalah jenis Bacan Palamea

Gambar Foto Batu Bacan Obi Asli

Gambar Foto Bongkahan Asli Batu Bacan Obi

Gambar Foto Cincin Akik Batu Bacan Obi

Diatas adalah Bacan Obi

Gambar Foto Batu Bacan Doko Kristal

Gambar Foto Bongkahan Batu Bacan Doko

Gambar Foto Mata Cincin Akik Batu Bacan Doko Kristal

Diatas adalah contoh Bacan Doko

Kesimpulan

Singkatnya, batu bacan memiliki sejarah yang cukup panjang sebelum akhirnya menjadi terkenal, dan menjadi idola para kolektor batuan dan penyuka perhiasan akik.

Karena nilainya yang bisa sangat fantastis, penting artinya mengetahui ciri-ciri yang asli agar terhindar dari yang palsu juga.

Setiap jenis batuan ini juga menyuguhkan kecantikan yang berbeda pula.

Di atas semuanya, keindahan dan kemampuan khusus batu ini memang menjadi kunci dari kepopulerannya. Suka batu ini juga?


rujukan: infobacanยน

 

Berbagi itu Indah, Kawan!
0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *