Fakta-Fakta Batu Kalimaya di Indonesia

Posted on

Batu Kalimaya, Wakik.Com – Batu akik sekarang ini sedang marak di pasaran.




Sudah banyak orang, terutama kaum adam, yang tertarik untuk menghiasi jari-jarinya dengan cincin berbatu akik.

Mengenakan batu akik bahkan menjadi sebuah gengsi tersendiri untuk beberapa kalangan masyarakat.

Dari banyaknya jenis batu akik yang ada, kolektor batu akik tentu sudah tidak asing lagi dengan batuan kalimaya atau yang dikenal juga dengan sebutan batu opal.

Mari kupas tuntas tentang salah satu jenis batu akik yang populer tersebut.

Asal Usul dan Sejarah Batu Kalimaya

Keindahan batu serta mitos-mitos yang tersimpan di dalam batu akik ini sudah dikenal selama beberapa abad silam.

Sejak dahulu, sudah banyak keluarga bangsawan dan juga raja-raja yang mengkoleksi jenis batu permata yang indah ini.

Menurut catatan kuno, batuan ini sudah ada pada tahun 30 sebelum masehi.

Pada saat itu, seorang jenderal Romawi Kuno bernama Markus Antonius memberikan sebuah cincin dari batuan kalimaya untuk Ratu Cleopatra.

Pada masa tersebut, nilai cincin tersebut sama dengan harga dua ribu ekor kuda.

Batu kalimaya dapat ditemukan di beberapa negara, terutama Meksiko, India, Mesir, dan Australia.

Australia¹ merupakan negara dengan penghasilan batuan kalimaya terbesar di dunia karena sejumlah 97% batuan kalimaya dipasok dari Australia.




Di Indonesia batu ini dapat ditemukan di Banten. Mengapa batuan kalimaya dikenal sebagai batu opal?

Terdapat cerita yang berbeda-beda tentang asal usul nama opal.

Cerita yang pertama, opal merupakan nama yang diambil dari kata “Opalus” yang dalam bahasa romawi memiliki makna sebagai Opalia yang adalah Dewi Kesuburan.

Opalia sendiri merupakan istri dari Dewa Saturnus.

Cerita yang kedua, opal diambil dari kata “Opillos” dalam bahasa Yunani yang artinya perubahan atau melihat karena batu opal dapat memancarkan kilau warna berbeda-beda jika terkena oleh cahaya.

Sementara itu, untuk cerita yang ketiga disebutkan bahwa opal berasal dari kata “Upala” dari bahasa Sansekerta.

Hal ini berkaitan dengan transkrip kuno yang dibuat oleh bangsa Romawi pada tahun 250 sebelum masehi.

Pada transkrip tersebut diceritakan bahwa batu opal dibawa oleh pedagang Bosporus dari India dan akan dipasok ke Romawi.

Dari beragam nama tesrsebut akhirnya muncullah nama opal.

Karakteristik Batu Kalimaya

Batu kalimaya mempunyai bentuk amorfolis yang berasal dari silika yang berkaitan dengan kuarsa, dimana didalamnya terdapat kandungan air sebanyak 3% hingga 21%.

Batu ini dapat mempunyai struktur batuan yang dapat memancarkan dan juga menyebarkan cahaya dengan warna yang berbeda-beda tergantung dari tempat asal dari batu tersebut ditemukan.

Kekerasan batuan ini mencapai 5.5 hingga 5.6 pada skala Mohs.

Berdasarkan karakteristik dan juga strukturnya, keunggulan dari batu ini terdapat pada kemampuannya dalam merefleksikan warna-warna yang berbeda pada satu batu.

Itulah mengapa batuan kalimaya atau opal dapat menghasilkan warna yang berbeda-beda berdasarkan jenisnya.

Jenis-Jenis Batu Kalimaya

Seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya, kemampuan refleksi warna yang berbeda dari cincin ini menjadi keunggulan tersendiri yang membuat batu ini berbeda dari batuan lainnya.

Refleksi warna tersebut tergantung pada jenis batuan kalimaya. Lantas, apa saja jenis-jenisnya? Simak ulasannya berikut.

  1. Kalimaya Black Opal

Dapat dilihat dari warnanya, batuan kalimaya dengan jenis black opal mempunyai warna dasar berupa warna hitam pekat.

Tetapi, menariknya batuan ini mempunyai spektrum warna pelangi yang dapat dilihat secara jelas dari sudut pandang tertentu.

Selengkapnya: Fakta-Fakta Batu Kalimaya Black Opal

 

Foto Kisaran Harga Batu Cincin Black Opal

Gambar Bongkahan Batu Akik Kalimaya Black Opal

Gambar Bongkahan Batu Akik Kalimaya Black Opal Belum Jadi

  1. Kalimaya Kristal

Kalimaya kristal adalah jenis batuan kalimaya yang paling umum atau mudah untuk didapatkan sehingga banyak orang yang menggunakan jenis batuan ini.

Sesuai dengan namanya, kalimaya kristal tidak mempunyai warna dasar seperti kalimaya black opal.

Dengan kata lain, batu jenis ini terlihat bening namun tidak menghilangkan spektrum warna yang cantik dan berbeda-beda seperti warna pelangi.

Selengkapnya: Fakta Menarik Tentang Batu Kalimaya Pelangi

Gambar Model Mata Batu Akik Kalimaya Pelangi

GAmbar Cincin Batu Akik Kalimaya Pelangi

Gambar Batu Akik Kalimaya Pelangi Hitam

Gambar Batu Kalimaya Banten Hitam Pelangi

  1. Kalimaya Kristal Teh

Tidak hanya kalimaya kristal saja tetapi batuan kalimaya juga mempunyai jenis kalimaya kristal teh.

Jenis batuan ini mempunyai warna dasar yang sedikit cokelat tansparan seperti warna air teh.

Meskipun demikian, kemampuan bias cahaya dari batuan kalimaya juga tetap terpancar dari jenis batu ini.

Selengkapnya bisa dibaca: Uniknya Batuan Kalimaya Teh

Gambar Batu Kalimaya Teh Asli

Gambar Harga Batu Kalimaya Teh Asli

Gambar Penampakan Batu Kalimaya Teh

Gambar Batu Akik Batu Kalimaya Teh

  1. Kalimaya Susu

Jenis batuan kalimaya susu sering dikenal dengan sebutan kalimaya air kelapa karena warna dasarnya yang putih susu dan lembut.

Meskipun mempunyai warna dasar putih susu, jenis batuan ini tetap menunjukkan keunggulannya dalam hal memancarkan berbagai warna pelangi apabila kena pancaran cahaya matahari.

Selengkapnya: Rahasia Dibalik Batu Kalimaya Susu

Mata Akik Batu Kalimaya Susu

Keunikan Batu Kalimaya Susu Indonesia

Cincin Akik Batu Kalimaya Susu

Batu Kalimaya Susu yang Sudah Jadi

Kepercayaan Manfaat Batu Kalimaya

Para kolektor batu akik senang berburu batuan kalimaya karena harganya yang fantastis.

Selain nilai batuannya yang tinggi, batu ini juga dipercayai mempunyai berbagai manfaat yang menguntungkan para pemiliknya.

Manfaat-manfaat yang dimiliki oleh jenis batuan ini antara lain adalah:

  1. Menambah Rasa Percaya Diri

Setiap orang yang mengenakan batu kalimaya sebagai cincin yang menghiasi jarinya tentu akan merasa lebih percaya diri ketika berada di tempat umum dan bertemu dengan teman-temannya.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, batuan kalimaya dijual dengan harga yang mahal sehingga pemilik batuan ini tentu akan lebih merasa percaya diri karena dianggap memiliki kelas sosial yang tinggi.

  1. Aksesoris Yang Cantik Dan Mempesona

Batu kalimaya mempunyai keunikan dan juga keindahan yang berbeda jika dibandingkan dengan batuan biasa.

Batuan kalimaya tidak hanya dapat dipadu-padankan dengan cincin saja tetapi juga aksesoris lainnya seperti anting-anting, kalung, dan juga liontin.

Bahkan, batu ini juga dapat dimanfaatkan menjadi sebuah bros yang cantik sehingga dapat dikenakan di kerudung atau di pakaian yang dikenakan.

  1. Sebagai Lambang Cinta

Batu kalimaya atau opal dijadikan sebagai lambang cinta di negara Jepang.

Tidak sedikit orang di Jepang yang menghabiskan uangnya untuk membeli sebuah batu opal sebagai bukti cinta terhadap pasangan.

Selain itu, terdapat sebuah kepercayaan apabila mengenakan batu ini maka cinta sejati akan semakin lebih dekat untuk ditemukan.

  1. Mengatur Mood

Orang yang mengenakan batu opal dapat merasakan dan mengetahui keadaan yang dirasakan di dalam diri.

Apabila pemilik batu sedang dalam kondisi mood yang baik maka batuan kalimaya tersebut akan berubah warna menjadi lebih bercahaya dan terang.

Sebaliknya, jika sedang sedih atau muram maka warna batuan akan menjadi lebih suram atau bahkan redup.

Itulah mengapa batuan ini dipercaya dapat membuat orang lain mengetahui mood seseorang dan orang tersebut dapat lebih mengendalikan moodnya ketika menggunakan batu kalimaya.

  1. Lambang Kebijaksanaan

Jaman dahulu, para raja gemar untuk menggunakan batu kalimaya karena batu tersebut dipercaya sebagai lambang yang menunjukkan sebuah kebijaksanaan.

Ketika mengenakan batu opal, para raja lebih bisa mengendalikan stabilitas hati dan jiwa sehingga memberikan dampak berupa aura positif untuk para penggunanya.

Tidaklah heran jika para raja jaman dahulu terlihat begitu bijaksana ketika mengenakan batuan kalimaya sebagai aksesoris, khususnya cincin.

Hati-hati Tertipu Batuan Kalimaya Palsu

Apabila belum pernah melihat batu kalimaya sebelumnya, maka perlu berhati-hati ketika memutuskan untuk membeli atau bahkan mengkoleksi jenis batuan ini. Mengapa?

Sudah banyak pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menjual batu opal palsu yang hanya dibuat dari serat sintesis atau palsu namun terlihat begitu mirip.

Cara membedakan batuan kalimaya yang asli dan penuh dapat terlihat jelas dari ciri-ciri kalimaya asli berikut ini:

  • Tidak Mudah Kotor, Dan Terasa Halus Dan Licin

Batu kalimaya yang asli akan terlihat dari bagian permukaannya yang halus dan juga sangat licin.

Apabila bagian permukaan batu terkena cairan seperti cat atau minyak, tidak akan ada bekas ketika diusap sekalipun.

Di satu sisi, batu kalimaya yang asli juga tidak akan mudah berubah meskipun terkena api karena akan segera kembali ke suhu dingin.

Dengan bagian permukaan yang halus, batu ini tidak akan mudah tergores ataupun kotor.

Apabila ditemukan batu kalimaya yang mudah terkena cat atau terdapat noda maka sudah pasti batu tersebut palsu.

  • Terasa Dingin

Salah satu alasan mengapa batu kalimaya dibanderol dengan harga yang mahal namun tetap diminati banyak orang adalah karena sifatnya yang dingin.

Batu kalimaya tidak akan mudah panas bahkan saat dibakar sehingga tidak akan membuat batu menjadi meleleh dan berubah warna.

Untuk mengetahui keaslian batu yang dipilih, cukup tempelkan batu pada bagian pipi atau bagian kulit lain untuk merasakan sensasi dinginnya.

  • Rapuh Atau Mudah Retak

Dari antara batu kalimaya yang ada di dunia, batuan Kalimaya yang ditemukan di Banten mempunyai tingkat kekerasan yang rendah yaitu 6.5 skala mohs.

Itulah mengapa para pengrajin harus berhati-hati ketika membentuk batu opal ini.

Selain itu, dari segi kandungan air tentunya lebih besar sehingga kecenderungan untuk mudah rusak akan sangat tinggi.

  • Menghasilkan Banyak Serat

Batu ini mengandung serat yang cukup banyak terutama jika dengan cermat mengamati bagian permukaan ataupun bagian dalam batu.

Serat tersebut tentunya akan sangat jelas terlihat jika digunakan kaca pembesar untuk melihatnya.

Batuan kalimaya dengan massa yang lebih berat jika dibandingkan dengan batu sintetis atau palsu.

  • Tidak Berkilau

Batuan kalimaya yang asli terlihat dari tampilannya yang tidak terlalu berkilau dan justru cenderung buram.

Oleh karena itu, jika melihat batuan yang terlalu berkilau dan kinclong maka kualitas batu tersebut perlu dipertanyakan.

Hal ini karena besar kemungkinannya jika batu tersebut adalah batu palsu.

Tidak hanya dari tampilannya saja tetapi keaslian batuan kalimaya juga dapat dilihat dari hasil pantulan cahaya yang tidak terlalu mencolok.

Batuan yang palsu akan terlihat lebih mencolok dan hasil pantulan cahayanya pun tidak terlihat natural.

Tips Perawatan Batu Kalimaya

Bagi seorang kolektor batuan, menjaga batu agar tetap terlihat menarik dan dapat meningkatkan nilai batuan tersebut, tentu merawat batuan menjadi hal yang utama.

Begitu halnya dengan batuan kalimaya yang perlu dirawat dengan baik. Perawatan batu kalimaya berfokus pada teknik penjemuran, teknik pembakaran, teknik perendaman.

  • Perendaman Dengan Air Oksigen

Oksigen berbentuk cairan dapat menjadi salah satu media untuk merawat dan juga menjaga kualitas batuan kalimaya.

Untuk merendamnya dengan air oksigen, siapkanlah botol kaca yang telah diisi oleh air oksigen.

Setelah itu rendam batu dalam kurun waktu satu hari dan setelahnya dijemur 2 jam. Untuk perawatan yang maksimal, lakukan proses ini rutin selama 3 minggu.

  • Perendaman Dengan Air Kelapa

Tidak hanya air oksigen tetapi air kelapa juga dipercaya ampuh untuk menjaga kualitas batuan kalimaya, terutama untuk jenis batuan kalimaya susu.

Sama halnya dengan perendaman pada air oksigen yang membutuhkan waktu seharian yang membedakan adalah perendaman batu dengan air kelapa membutuhkan total waktu selama 2 minggu dimana setelah satu minggu air kelapa perlu diganti dengan yang baru.

Apabila bintik pelangi semakin banyak maka jemurlah di bawah sinar matahari selama 2 hingga 3 jam setiap hari.

Dengan melakukannya secara rutin, batuan kalimaya yang dimiliki akan terlihat lebih berkualitas.

  • Pengolesan Dengan Minyak

Agar tetap mengkilap, gunakanlah minyak untuk mengolesinya. Minyak yang digunakan adalah minyak zaitun atau minyak kelapa atau bisa juga dengan baby oil.

  • Penggosokan Batuan Dengan Bahan Khusus

Tidak hanya merendam atau mengolesi batuan kalimaya saja yang dapat membuat batuan lebih awet serta meningkatkan nilai batuannya, penggosokan batuan juga merupakan perawatan yang penting untuk dilakukan.

Untuk menggosok batuan kalimaya sebaiknya gunakan kertas intan yang telah dijemur atau dengan menggunakan daun pisang yang kering.

Kandungan senyawa pada pisang kering dapat membuat batuan terlihat lebih berkilau. Perlu diketahui bahwa penggosokan batuan harus dilakukan pada satu arah yang sama.

  • Perawatan Khusus Kalimaya Teh

Jenis batuan kalimaya teh mempunyai teknik perawatan khusus yaitu dengan melakukan perendaman pada air teh.

Air teh yang digunakan tentu bukan air teh biasa tetapi air teh yang telah didiamkan dalam waktu 2 hari.

Perendaman batuan kalimaya teh di dalam air teh dilakukan dalam waktu satu malam dimana setelahnya batuan akan dijemur selama 1 hingga 2 jam.

Dengan proses perendaman yang rutin selama 2 minggu, spektrum pelangi yang dihasilkan oleh batu serta motif hologram yang muncul akan semakin mengkilap.

Gambaran Harga Batu Kalimaya

Setelah mengulas secara dalam tentang batu kalimaya, tentu akan muncul sebuah pertanyaan mengenai harga batuan kalimaya terutama di kalangan non kolektor batu akik atau batu permata.

Kepopularitasan batuan kalimaya tentu bukan karena omong kosong belaka tetapi juga terlihat dari kualitas dari batuan itu sendiri.

Faktanya, batu kalimaya termasuk dalam jenis batu alam yang termahal bahkan artis internasional pun menggunakan jenis batuan ini sebagai aksesoris penunjang penampilannya.

Di pasaran, harga yang dibanderol untuk satu butir batu kalimaya atau batu opal berkisar 300 ribu rupiah hingga ada pula yang mencapai puluhan juta rupiah.

Harga tersebut dilihat dari jenis, ukuran, kandungan serat dan juga tingkat karat yang ada di dalam batuan tersebut.

Di antara jenis batu kalimaya yang ada, batuan kalimaya black opal adalah batuan yang termahal karena termasuk dalam batuan yang jarang atau tidak mudah untuk ditemukan.

Menariknya, satu karat batu kalimaya black opal bahkan dibanderol hingga mencapai 30 juta rupiah.

Kesimpulan

Batu kalimaya adalah salah satu jenis batu permata yang juga adalah batu akik terkenal karena kemampuannya dalam mengkilaukan pantulan cahaya.

Tidaklah heran jika banyak kolektor batuan yang sangat tertarik dengan batuan ini.

Sama halnya dengan batu lain, batu ini juga perlu dirawat dan dijaga dengan baik agar dapat meningkatkan nilai dari batuan tersebut sehingga semakin menguntungkan pemiliknya.


Berbagi itu Indah, Kawan!
0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *